1. Stroke iskemik
Penyakit stroke iskemik adalah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai darah ke area otak terhalang oleh bekuan darah. Jenis penyakit ini bertanggung jawab atas 87 persen dari total kasus penyakit ini.
Bekuan
darah paling sering diakibatkan oleh aterosklerosis, yang merupakan penumpukan
timbunan lemak di lapisan dalam pembuluh darah. Sebagian dari timbunan lemak
ini bisa lepas dan memblokir aliran darah di otak. Konsepnya mirip dengan
serangan jantung, di mana gumpalan darah menghalangi aliran darah ke sebagian
jantung Anda. Kondisi ini bersifat embolik, yang berarti bekuan darah berasal
dari bagian lain di tubuh Anda, biasanya dari jantung dan arteri besar di dada
bagian atas dan leher dan kemudian berpindah menuju ke otak.
Pembekuan
darah yang menghalangi aliran darah ke otak juga bisa disebabkan oleh kondisi
lain. Diperkirakan 15 persen kasus stroke iskemik disebabkan oleh fibrilasi
atrial. Ini adalah sebuah kondisi yang membuat jantung Anda berdetak tidak
teratur (artitmia). Karena kondisi ini gumpalan atau bekuan darah terbentuk di
jantung, terlepas, dan ikut mengalir ke otak. Bekuan darah yang menyebabkan
kondisi ini tidak akan hilang tanpa pengobatan .( Joseph, 2019)
2. Stroke
hemoragik
Penyakit
stroke hemoragik terjadi saat pembuluh darah di otak mengalami kebocoran atau
pecah. Stroke hemoragik menyumbang sekitar 13 persen dari total kasus penyakit
ini. Kondisi ini berawal dari pembuluh darah yang melemah, kemudian pecah dan
menumpahkan darah ke sekitarnya. Kebocoran ini menyebabkan penumpukan darah
yang mendorong jaringan otak di
sekitarnya. Kematian atau koma panjang akan terjadi jika pendarahan terus
berlanjut. Kondisi pecahnya pembuluh darah umumnya disebabkan oleh hipertensi
atau tekanan darah tinggi. Selain itu, aneurisma atau kondisi yang menyebabkan
sebagian pembuluh darah melemah hingga mengembang juga bisa memecahkan pembuluh
darah. Adapun malformasi arteriovenosa, yaitu kondisi pembuluh darah yang
terbentuk secara abnormal. Jika pembuluh darah semacam itu pecah, bisa
menyebabkan stroke hemoragik.(
Joseph, 2019)
3. Transient
ischemic attack (TIA)
Transient ischemic attack (TIA) atau sering disebut stroke ringan adalah kekurangan darah pada sistem saraf yang berlangsung singkat, biasanya kurang dari 24 jam atau bahkan hanya dalam beberapa menit. Kondisi ini terjadi ketika terdapatnya gumpalan atau pembekuan darah yang menghambat aliran darah di sistem saraf pusat. Penyumbatan darah hanya terjadi sementara sehingga tidak menyebabkan kerusakan jaringan. Namun, Anda memiliki risiko stroke yang lebih tinggi apabila Anda pernah mengalami transient ischemic attack.( Joseph, 2019)
Komentar
Posting Komentar