Langsung ke konten utama

Kimia Analitik

 kimia analitik 

Pengertian Kimia Analitik

kimia analitik merupakan ilmu  kimia yang mempelajari cara-cara untuk mengetahui dan menentukan komponen-komponen dan jumlah zat dri suatu campuran, termsuk di dalamnya identifikasi dan penentuan komponen kimiawi dalam sampel.

seseorang sedang mengamati suatu sampel menggunakan mikroskop

Peranan Kimia Analitik

Kesehatan : 

  • untuk menganalisis sampel biologis
  • guna membantu diagnosa suatu penyakit
  • membantu menganalisa bahan makanan, minuman, obat-obatan
Industri :

  • membantu proses analisa dlam industri kimia, farmasi, makanan, kosmetik pada prses Quality control
Pertanian :

  • untuk menganalisis pestisida
  • untuk menganalisis komposisi tanah untuk pemilihan pupuk
Lingkungan :

  • untuk membantu pemantauan pencemaran udara dan air.
Kimia analitik sendiri dibagi menjadi 2, yakni kimia analitik kualitatif dan kimia analitik kuantitatif. Kimia analitik kuantitatif digunakan untuk mengetahui keberadaan suatu unsur/senyawa kimia, baik organik maupun non organik dalam kata lain kimia kualitatif digunakan hanya untuk mengindetifikasi zat nya saj. Sedangkan kimia kualitatif digunakan untuk mengetahui jumlah dalam suatu unsur atau senyawa dalam suatu cuplikan/sampel/contoh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM IMUNOSEROLOGI I PEMERIKSAAN ANTI STREPTOLISIN-O (ASO)

  I.       TUJUAN 1.       Mahasiswa mampu mengetahui ada tidaknya antibodi Antistreptolysin-O (ASO) dalam sampel serum. 2.       Mahasiswa mampu menentukan kadar antibody antibodi Antistreptolysin-O (ASO) dalam sampel serum (titer) 3.   Mahasiswa mampu mengetahui penyakit apa saja yang dapat disebabkan oleh bakteri Streptococcus. II.  DASAR TEORI Tes ASO mendeteksi antibodi terhadap enzim streptolysin O yang diproduksi oleh streptokokus Grup A. Enzim ini mampu melisiskan sel darah merah. Adanya antibodi terhadap streptolysin O menunjukkan infeksi streptokokus baru-baru ini pada pasien yang dicurigai mengalami demam rematik akut atau glomerulonefritis poststreptokokus setelah infeksi tenggorokan. Kadar titer ASO yang tinggi menunjukkan bahwa streptococcus memang ada dan dapat menyebabkan demam reumatik atau glomerulonephritis akut. Peningkatan kadar ASO serum dapat juga menunjukkan terjadinya infeks...

Pemeriksaan Widal

 I. TUJUAN  Mahasiswa mampu mengetahui ada tidaknya antibodi spesifik terhadap antigen Salmonella sp. dalam serum.  Mahasiswa mampu mengetahui cara pemeriksaan widal. Mahasiswa mampu menjelaskan hasil dari praktikum (jumlah titer) II. DASAR TEORI       Demam tifoid disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella enterica, terutama serotype Salmonella typhi (S. typhi). Demam tifoid (termasuk paratifoid) disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, Salmonella paratyphi A, Salmonella paratyphi B dan Salmonella paratyphi C. Bakteri ini termasuk Gram negatif yang memiliki flagel, tidak berspora, motil, berbentuk batang, berkapsul dan bersifat fakultatif anaerob dengan karakteristik antigen O, H dan Vi. Sistem imun memungkinkan tubuh mengenali benda asing (bakteri) yang memasuki tubuh dan merenspon terhadapnya. Sel limfosit B ditransformasi menjadi sel plasma, yang menghasilkan antibody, dengan kemampuan yang khas terhadap protein asing tertentu atau antigen (respon...

Pemerikasaan golongan darah

I. TUJUAN  1. Mahasiswa mengetahui golongan darah seseorang sesuai dengan system ABO  2. Mahasiswa mengetahui golongan darah seseorang sesuai dengan system Rhesus  3. Mahasiswa mengetahui cara atau metode untuk penentuan golongan darah  II. DASAR TEORI            Sebelum tahun 1901, diperkirakan semua golongan darah adalah sama. Kondisi tersebut mendorong terjadinya reaksi transfusi yang fatal sampai menyebabkan kematian. Sampai pada tahun 1901, ditemukannya sistem golongan darah ABO oleh Karl Landstainer, seorang ilmuwan berkebangsaan Austria yang menyatakan bahwa setiap individu mempunyai karakteristik golongan darah yang dibedakan menjadi golongan darah grup A,B, dan O. Selanjutnya, pada tahun 1902, Alfred Decastello dan Adriana Sturli menemukan golongan darah AB, yang melengkapi sistem golongan darah ABO. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa transfusi darah tidak boleh dilakukan pada dua orang dengan golongan darah berbeda. (Maha...