Langsung ke konten utama

Penanganan Stroke

Penanganan terhadap stroke yang paling pertama adalah dengan mengetahui atau deteksi dini tanda dan gejalanya terlebih dahulu. Tujuan dari deteksi dini ini adalah untuk meminimalisir tingkat kesakitan ddan kematian akibat penyakit stroke ini. “Time is brain” dan “golden period” merupakan konsep utama tata laksana stroke. Idealnya pasien stroke sudah mendapatkan tata laksana dalam tiga jam sejak gejala pertama dikenali. Data yang ada menunjukkan, terutama di negara-negara maju, pasien yang datang dalam golden period 3 jam tersebut berkisar antara 19-60%.4,6 Sekitar 83,9% terlambatnya penanganan disebabkan oleh keterlambatan pra rumah sakit ini. Beberapa penyebab keterlambatan tersebut seperti misalnya menyepelekan tanda-tanda dini stroke menempati urutan pertama penyebab keterlambatan pra hospital ini, yaitu sekitar 62,3%. Beberapa kasus terlambat datang karena berharap gejala dan tanda akan menghilang (2,7%), Pasien yang tinggal sendiri pun menyumbang angka keterlambatan sekitar 7,1%. Sedangkan pasien yang tinggal jauh dari sarana kesehatan serta ketiadaan sarana transportasi turut berkontribusi dalam keterlambatan ini.

Penanagan Terhadap penyakit stroke harus dilakukan dengan tepat dan cepat untuk meminimalisir kecacatan yang mungkin saja terjadi. Untuk itu, penderita ataupun orang-orang di sekitar penderita sebaiknya mengetahui tanda-tanda serangan awal stroke. Gampangnya, kita bisa menggunakan pengenalan gejala awal stroke yaitu FAST (Face, Arm, Speech, dan Time):

Face: Cek wajah orang yang dicurigai stroke, perhatikan apakah mulutnya tidak simetris, atau ketika tersenyum bibirnya tampak jatuh sebelah atau tidak simetris.

Arm: Melemahnya tangan yang bisa diketahui dengan cara meminta orang yang dicurigai stroke untuk mengangkat kedua tangan. Orang dengan stroke biasanya menunjukkan gejala tidak dapat mengangkat salah satu tangannya dengan baik.

Speech: Orang dengan stroke biasanya sulit mengucapkan kata atau frasa sederhana dengan baik dan cenderung tak jelas (sedikit cadel atau pelo).

Time: Apabila salah satu dari gejala tersebut ditemukan pada orang yang dicurigai stroke, maka tak perlu ragu dan menunda waktu. Orang yang dicurigai stroke harus segera dibawa ke rumah sakit untuk segera ditangani lebih lanjut.

Sembari menunggu bantuan medis datang, hal-hal berikut dapat dilakuakn untuk membuat penderita stroke lebih nyaman.

1.      Menidurkan penderita dengan sudut kepala 30 derajat

Posisi demikian membuat penderita lebih nyaman karena bisa melancarkan sirkulasi darah di tubuh penderita. Apabila penderita haus, Anda bisa memberinya minum dengan sendok.

2.      Menenangkan dengan kata-kata dalam suasana santai.

Berusahalah membuat penderita rileks dengan mengajak penderita bicara. Ungkapkan bahwa mereka dapat melalui semua ini. Maka dari itu, Anda tidak boleh panik agar dapat menenangkan penderita.

3.      Periksa respon penderita.

Selama perjalanan ke rumah sakit, ada kemungkinan banyak waktu terbuang akibat macet. Anda harus mengecek respon penderita dengan seksama dari waktu ke waktu, apakah ada penurunan atau perubahan. Misalnya awalnya dapat menggaruk, lalu setengah jam kemudian tidak bisa lagi. Hal ini penting untuk dilaporkan kepada petugas medis nantinya.

Penderita dapat juga mengalami muntah atau mata gelap sebelah. Jika penderita muntah, besar kemungkinan pembuluh darahnya pecah. Bila matanya gelap sebelah, bisa jadi merupakan penyumbatan pembuluh darah di dekat mata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM IMUNOSEROLOGI I PEMERIKSAAN ANTI STREPTOLISIN-O (ASO)

  I.       TUJUAN 1.       Mahasiswa mampu mengetahui ada tidaknya antibodi Antistreptolysin-O (ASO) dalam sampel serum. 2.       Mahasiswa mampu menentukan kadar antibody antibodi Antistreptolysin-O (ASO) dalam sampel serum (titer) 3.   Mahasiswa mampu mengetahui penyakit apa saja yang dapat disebabkan oleh bakteri Streptococcus. II.  DASAR TEORI Tes ASO mendeteksi antibodi terhadap enzim streptolysin O yang diproduksi oleh streptokokus Grup A. Enzim ini mampu melisiskan sel darah merah. Adanya antibodi terhadap streptolysin O menunjukkan infeksi streptokokus baru-baru ini pada pasien yang dicurigai mengalami demam rematik akut atau glomerulonefritis poststreptokokus setelah infeksi tenggorokan. Kadar titer ASO yang tinggi menunjukkan bahwa streptococcus memang ada dan dapat menyebabkan demam reumatik atau glomerulonephritis akut. Peningkatan kadar ASO serum dapat juga menunjukkan terjadinya infeks...

Penyebab Stroke

Setiap jenis stroke memiliki serangkaian penyebab potensial yang berbeda. Namun, secara umum, stroke lebih mungkin memengaruhi seseorang jika mereka: mengalami kelebihan berat badan atau obesitas berusia 55 tahun atau lebih   memiliki riwayat stroke pribadi atau keluarga   memiliki tekanan darah tinggi memilki riwayat diabetes memilki riwayat kolesterol tinggi memiliki penyakit jantung, penyakit arteri karotid, atau penyakit pembuluh darah lainnya tidak banyak bergerak atau malas beraktifitas mengonsumsi alcohol secara berlebih merokok menggunakan obat-obatan terlarang   ( McIntosh, 2020) Ada dua penyebab utama stroke: arteri tersumbat (stroke iskemik) atau bocor atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik) . Beberapa orang mungkin hanya mengalami gangguan sementara aliran darah ke otak, yang dikenal sebagai transient ischemic attack (TIA), yang tidak menyebabkan gejala yang berlangsung lama. Berikut penyebab stroke secara spesifik : 1. ...

Pengertian/definisi Stroke

  Definisi stroke dari Organisasi Kesehatan Dunia adalah: “berkembangnya tanda-tanda klinis gangguan fokal (atau global) fungsi otak secara pesat, dengan gejala berlangsung 24 jam atau lebih atau menyebabkan kematian, tanpa sebab yang jelas selain dari asal vascular”. Dengan menerapkan definisi ini transient ischemic attack (TIA), yang didefinisikan berlangsung kurang dari 24 jam, dan pasien dengan gejala stroke yang disebabkan oleh perdarahan subdural, tumor, keracunan, atau trauma tidak termasuk. ( Truelsen, 2006) Pada 2013, American Heart Association / American Stroke Association memperbarui definisi stroke yang disahkan menjadi definisi yang mencakup infark diam-diam (termasuk serebral, spinal, dan retina) dan perdarahan diam.12 Definisi klinis stroke tradisional masih dimasukkan oleh American Heart Association / American Stroke Association, tetapi dimasukkannya patologi 'hening' merupakan tambahan yang signifikan. Alasan di balik perubahan tersebut adalah untuk bergerak...