Menurut kemenkes, pencegahan terhadap stroke dapat dilakukan dengan 2 cara yakni :
1.
Pencegahan Primer
Pencegahan primer adalah pencegahan yang dilakukan
pada orang sehat atau kelompok berisiko yang belum terkena stroke untuk mencegah
kemungkinan terjadinya serangan stroke yang pertama, dengan mengendalikan
faktor risiko dan mendeteksi dini serangan stroke.
2. Penceghan
Sekunder
Pencegahan sekunder adalah Pencegahan yang dilakukan
pada orang yang sudah mengalami serangan stroke, agar tidak terjadi serangan
stroke berulang yaitu dengan penambahan obat pengencer darah seperti aspirin,
disamping pengendalian Faktor Risiko lainnya.
Mengutip dari Stroke
World Organization ada beberapa kegiatan yang dianjurkan untuk mencegah
penyakit stroke.
a.
KONTROL TEKANAN DARAH
Hipertensi berhubungan hampir lebih dari setengah
kejadian stroke. Periksakan tekanan darah Anda rutin dan turunkan dengan
mengubah gaya hidup dan meminum obat antihipertensi untuk menurunkan risiko
stroke Anda.
b.
LATIHAN JASMANI MENENGAH
5 KALI SEMINGGU
Lebih dari sepertiga kasus stroke terjadi pada mereka
yang tidak rutin berolahraga. Latihan jasmani derajat menenegah lima kali
seminggu dapat menurunkan risiko stroke Anda.
c. KONSUMSI
DIET SEHAT DAN BERIMBANG
Hampir seperempat kasus stroke berkaitan dengan pola
diet yang tidak sehat, terutama konsumsi sayur dan buah yang sedikit.
Setidaknya, asupan sayur dan buah yang disarankan lima mangkuk per hari untuk
menurunkan risiko stroke Anda.
d. MENURUNKAN
KOLESTEROL
Sekitar 1 dari 4 kasus stroke berkaitan dengan kadar
kolesterol “jahat” atau LDL yang tinggi. Konsumsi lemak tidak tersaturasi dan
tidak terhidrogenasi dibandingkan lemak tersaturasi (digoreng, jeroan) dapat
menurunakn risiko stroke Anda. Jika kadar kolesterol tidak turun hanya dengan
pengubahan diet, komunikasikan dengan dokter Anda tentang obat antikolesterol.
e. PERTAHANKAN
IMT ATAU RASIO PINGGANG/PANGGUL SEHAT
Hampir 1 dari 5 kasus stroke berhubungan dengan
obesitas. Segera mulai program penurunan berat badan apabila rasio lingkar
pinggang dengan panggul melebihi 0,9 (laki-laki) atau 0,85 (perempuan).
Penurunan berat badan dapat menyelamatkan Anda dari berbagai penyakit.
f.
HENTIKAN MEROKOK DAN
JAUHI PAPARAN ASAP
Lebih dari 1 dari 10 kasus stroke berkaitan dengan
rokok. Ini juga berlaku untuk perokok pasif. Menghindari paparan rokok dapat
menurunkan risiko stroke Anda. Mulai sadari asap rokok di lingkungan sekitar
Anda.
g. MENURUNKAN
KONSUMSI ALKOHOL
Lebih 1 juta kasus stroke per tahun disebabkan oleh
konsumsi alkohol berlebihan. Hindari mengonsumsi lebih dari dua gelas alkohol
per hari untuk laki-laki dan satu gelas untuk perempuan agar menurunkan risiko
stroke Anda.
h. KENALI
DAN ATASI FIBRILASI ATRIUM
Irama jantung yang tidak teratur atau gangguan jantung
lainnya menyumbang 9% kasus stroke. Komunikasikan dengan dokter mengenai
pengobatan yang sesuai untuk menurunkan risiko stroke Anda.
i.
DIABETES MELITUS
Bersama-sama dengan faktor risiko lain, diabetes
meningkatkan risiko stroke. Dengan menurunkan risiko terjadinya diabetes, Anda
juga menurunkan risiko stroke. Apabila Anda telah memiliki diabetes,
komunikasikan dengan dokter mengenai pengobatan yang sesuai untuk menurunkan
risiko stroke Anda.
j.
PENGHASILAN DAN
PENDIDIKAN
Di seluruh dunia, akses pendidikan dan informasi
kesehatan yang rendah berhubungan dengan stroke. Kebijakan pemerintah untuk
mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan akses kesehatan dan pendidikan semesta
memiliki dampak positif terhadap penyakit stroke dan penyakit tidak menular
lainnya.
Komentar
Posting Komentar